Aku sungguh tidak bermaksud mengabaikanmu dan memang… itu bukan bagian dari sifatku. Perjumpaan pertama kitapun waktu itu sungguh penuh dengan kedustaan si bangsat comblang itu, sialan!! dia cerita tentang kelebihan fisikmu padahal aku tidak mengharapkan kamu yang sesempurna itu. Cukuplah kamu yang selalu siap menemaniku kesetiap tempat yang ingin aku kunjungi dan tentu setiap saat.
Tentang kelebihanmu.. kamu tidak cerewet dan tetap menuruti kata-kataku, Honto ni Arigato yo !!!
. Kamu selalu mampu melakukan setiap permintaanku tanpa mengeluh dan yang paling penting lagi dimanapun aku kamu selalu ada, thanks a lot
Kini kau bukan untukku lagi, mungkin aku kurang ajar karena ketika aku harus terpaksa menyerah dan melepasmu dari tanganku, sungguh aku tidak bermaksud begitu.Aku tidak pintar beralasan mengenai apa alasan pasti aku melepasmu meskipun dalam hati ini masih tertanam rasa sayang dan sulit aku lupakan kenang-kenangan kita.
Gomen Nasai…
